“ Kamar HOROR…^ (*_*)^
12, Desember 2011
Hari ini Gwe tiba disuatu daerah yang amat sangat
asing, dan belum pernah sama sekali Gwe kenal. “ Amfoang Timur”. Suatu daerah
yang akan menjadi tempat Gwe dan teman2 Peserta SM3T menghabiskan waktu satu
tahun untuk mengabadikan diri kami demi memajukan “Pendidikan di Ujung
Indonesia” yang masih cukup tertinggal.
Selang satu hari sejak kedatangan kami disini,
setelah mendapat izin dari Pak Camat dan Pak SekCam akhirnya kami mendapatkan
sebuah rumah yang cukup mewah dan megah ( setidaknya bila dibandingkan dengan
teman2 yang lain, jangan iri yachh *_* *_* WkWkWKwKwkwkk… Rumah ini akan menjadi tyempat tinggal kami
selama bertugas kurang lebih satu tahun.
Langit sudah hampir gelap, setelah menempuh jalan
yang lumayan jauh Gwe dan Teman2 tiba di “Rumah Dinas” ( biar sedikit keren )
kami.. setelah cukup lama Gwe melihat-lihat Interior
akhirnya Gwe, Mas Agus dan Mas Arif sepakat memilih kamar yang paling
belakang. Kamar yang akan menjadi “ Ruang Mimpi” kami selama satu tahun.
Keesok harinya, kami bertiga mulai menata “ AHA ROOM” ya begitulah kami menamai
kamar kami. Awalnya kamar kami merupakan kamar yang paling rapih dan dan bersih
serta indah dan harum setidaknya bila dibandingkan dengan kamar Mas Agung dan
Erwin.. Haaakkzz.. Hakkkzzz.. Peace… akan tetapi kerapihan dan kebersihan itu
ternyata tak bertahan lama, selang beberapa hari “AHA ROOM” berubah drastis manjdi kamar yang
paling berantakan dan gak terurus.
Pakaian mulai bergantungan di hampir setiap sudut
ruangan, bantal yang dulu harum mulai dekil,
kumel ditambah bauh iler, karpet yang dulunya warna Fink sekarang berubag menjadi hitam, dan
yang lebih menyedihkan lagi “AHA ROOM” nyaris menyerupai kebun binatang, ada kalajengking, tikus, kodok,
tokek, lalat, nyamuk, Wiiiih edan benget pokoknya…
Meskipun kondisi ”AHA ROOM” gag karu-karuan, tapi kamar kami cukup
nyaman untuk di tempati, selain mudah aksesnya ke kamar mandi dan gudang
makanan. Disalah satu bagian kamar kami merupakan daerah yang memiliki jaringan
Telekomunikasi alias Signal, wah sunggu keuntungan yang tatk ternilai deh. Jadi
kami gak khawatir, meskipun diluar sedang hujan, panas, kami masih bisa Smsan,
telponan, tapi klo buat BBMan
n internetan gag bisa. Walaupun harus butuh kesabaran yang tinggi karna
banyak sms yang gagal terkirim karena signalnya
ITIL alias Ilang Timbul, tapi klo lagi darurat ya lumayan gag perlu
jauh-jauh kepantai atau panjat pohon dulu untuk smsan.
Berbeda jauh dari ”AHA ROOM” kamar Mas Agung dan Erwin dan ditambah penghuni baru dari UNDIKSHA yang tak lain dan
tak bukan PUTU, cukup rapih dan
bersih. Eeetttzzz tapi tunggu dulu, balik semua itu tersimpan sesuatu yang
cukup membuat bulu kuduk bahkan penghuninya gag bakal nyaman dan tenang klo
tidur, ya sesuatu yang cukup mengerikan. “EPA
ROOM” begitulah nama yang diberikan untuk kamar “ Erwin, Putu, dan Agung” nama yang centil secentil penghuni
misterius didalamnya. Menyimpan sejuta kejadian dan cerita –cerita Horror makanya si Erwin dan Putu gag betah
tidutr di “EPA ROOM” .
Beberapa waktu yang lalu Gwe memang sempat mendengar
cerita bahwa hampir setiap malam slah satu penghuni ”EPA ROOM” sebut saja AGUNG, selalu didatangi seorang wanita Misterius dalam mimpinya. Awalnya Gwe
gag percaya dengan cerita-cerita mereka. Akan tetapi dengan sedikit penasaran
dan awalnya Cuma ingin sekedar iseng akhirnya Gwe mengalami sendiri kejadian
yang nyaris membuat detak jantung Gwe berhenti seketika.
Gwe bener-bener menyaksikan sendiri sebuah drama
bernuansa Horror lengkap dengan
adegan nyata yang membuat bulu kuduk Gwe menjulang tinggi, ya malem itu tepat
pukul 00.00Wita, Gwe menyaksikan Mas
Agung sedang mimpi sambil berbicara dengan seseorang yang gwe sendiri gag
tau. Karena Gwe penasaran dengan cerita-cerita yang Gwe dengar sebelumnya jadi
Gwe biarkan dulu dan sambil mendengar percakapan Mas Agung dengan seseoranmg yang hadir didalam mimpinya..
^ Jangan.. jangan.. Jangan ganggu kami, kami orang baik- baik..
kami gag berniat jahat.. kamu jangan ganggu teman-teman saya.. kasian mereka
gag bersalah.. ucap Mas Agung sambil
sesekali tangannya diangkat ke atas layaknya orang yang sedang meminta belas
kasihan,,,…
^ Mr X.~~~~___~~~~~___*********
^ Apa yang sebenarnya kamu mau dari kami, orang tua, kuburan
siapa…. Jawab Mas Agung makin ngaur gag jalas… di tambah lagi teriakan minta
ampun. Ampun.. Ampun..
Berhubung karna suasana semakin Horror dan Gwe takut terjadi sesuatu dengan Mas Agung akhirnya dengan sekuat tenaga Gwe berusaha membangunkan Mas Agung.
^ Mas.. Mas…Mas Agung bangun, Kanapa Mas Agung ucapk Gwe
sambil menggoyangkan badannya…
^ Dengan mata yang setengah
sadar ditambah suara yang kurang jelas, yang seakan menggambarkan bahwa dia
masih ngantuk, Gak apa-apa, mendingan lo
pendah ajan Hen dari sini, jawab Mas Agung sambil memenjamkan matanya.
^ Gak aacch.. Mas Agung
Kenapa…??? Jangan bikin Gwe Parnok DoooooNk….!!!!! Jawab Gwe sambil memegang
tangan Mas Agung…
^ Gak ada apa-apa, klo lo
gag mau pindah tidur aja… mendengar omongan Mas Agung yang cukup misterius, dan
tanpa pikir panjang Gwe berusaha memejamkan mata,..
Ditengah-tengah alam bawah sadar dan diantara sadar
dan tidak sadar Gwe melihat pintu kamar terbuka dengan sendirinya…. !!!!! dari balik mata Gwe yang sedikit
terbuka karena rasa penasaran yang terlalu kuat, Gwe melihat sesosok Wanita Berbusana Hitam Dan Rambut Panjang membuka
pintu kamar dan berjalan mundur medekati Gwe
dan Mas Agung.
Wanita misterius yang Gwe sendiri belum kenal bahkan
selama disini belum pernah melihatnya tiba-tiba langsung tidur ditengah-tengah Gwe dan Mas Agung. Gwe yang merasa
kesakitan karna tangan gwe ditidurinya, berusaha menarik dengan pelan-pelan
agar dia gag membalikan wajahnya kea rah Gwe. Dengan penuh perjuangan akhirnya
tangan Gwe berhasil diselamatkan dari bawah tubuh wanita misterius yang lumayan
berat. Setelah berhasil menyelamatkan tangan Gwe, dengan penuh rasa hati-hati
Gwe membalikan badan berlawanan arah dengan dengan si Wanita.
Meskipun Gwe berhasil lepas dari jeratan si Wanita, tapi hati Gwe belum tenang,
detak jantung Gwe naik turun gag karuan, keringat dingin terun membasi tubuh
Gwe, belum lagi dari bali jendela kamar terdengan suara kuda yang semakin
menambah rasa takut Gwe.
^ Mati deecch Gwe, nyesel banget tdi Gwe gag pendah, ngapain jga
Gwe tidur disini… aduh ya allah tlonnglah hamba-mu ini, ya allah hamba takut..
mulut Gwe komat kami gag jelas, entah apa yang Gwe baca, tapi si Wanita itu masih aja nyantai di samping gwe.. waah Mas Agung bangun doooonkk,,, ucap Gwe
berusaha memberi tau Mas Agung..
Tapi sepertinya usaha Gwe sia-sia. Gwe berusaha
tetap tenang, karna jujur Gwe takut kalo tiba-tiba si Wanita itu menjekik Gwe kayak di “ Film-film Horror “. Wanita ini siapa yaach, kok aneh benget kenal egak, kok mau aja tidur sama cokok,
Tanya Gwe dalam hati. Gwe makin takut gag tahan lagii rasanya ingin teriak.
Tetapi sepertinya Mas Agung begitu
ramah dengan wanita, bahkan Gwe mendengar sepertinya Mas Agung dan si Wanita itu terlibat sebuah obrolan
yang lumayan panjang. Dan Gwe bener-bener untuk kesekian kalinya terpaksa
mendengar sesuatu yang sangat kurang enak di dengar.
Dari percakapan antara Mas Agung dan si Wanita , Gwe hanya bisa ingat
beberapa saja yang sampai saat ini masih terngiyang jelas di telinga Gwe.
^ Asal Kalian tau, disini dulu rumah kami, sejak kacil orang tua
sudah ada disini, disini ada kuburan, ada orang-orang tua ini rumah kami..
Kuburan,.. Orang Tua…. Ya itulah kata-kata yang Gwe dengar dengan jelas dari
ucapan si Wanita.
Mendengar kata-kata kuburan dan orang tua Gwe
semakin merinding,. Entah dapat darimana keberanian dengan penuh keberanian dan
tak perduli apa yang akan terjadi gwe berusaha membalikan badan Gwe dan
berusaha member tau Mas Agung. Tetapi usaha Gwe sia-sia badan Gwe seperti
ditahan supaya gag bisa membalik arah, belum lagi suara Gwe tiba-tiba gag bisa
keluar padahal Gwe sudah teriak sekuat yang bisa gwe kluarkan tapi tetap saja
gag bisa.
Gwe benar-benar berada di titik terendah, bahkan
nyaris pasrah dengan keadaan. Setelah berkali-kali berusaha tetap saja gag
bisa.
^ Waaah,.. kayaknya benar-benar tamat nie Gwe, masa iya siiih
Gwe harus nyarah dengan dia, diakan Wanita. Pokoknya gwe gag boleh kalah
ucap Gwe sambil berusaha membangkitkan keberanian gwe lagi.
Setelah berkali-kali mencoba tepi tetap saja gag ada
hasilnya, badan gwe benar-benar gag bisa berputar, mulut gwe masih saja gag
bisa mengeluarkan suara. Gwe berusaha tetap tenang, dan berusaha membaca
ayat-ayat suci yang gwe bisa. Dengan sisa-sisa kekuatan dan kepasrahan yang Gwe
miliki gwe berusaha membalikan badan gwe sambil berteriak sekencang-kencangnya,
dan tanpa gwe sadari badan gwe sampai terputar sembilanpuluh derajat bahkan
suara gwe sampai membangunkan Mas Agung.
^
Hen.. Hen.. Hendi bangun, knapa lo.. ucap Mas Agung sambil membangunkan Gwe
^ Sambil nafas engos-engosan
dan keringat dingin bercucuran, gag tau achh, kamar lo Angker jawab gwe kepada
Mas Agung.
^ Udah disuruh pindah lo
malah gag mau, jawan Mas Agung dengan santai sambil melihat jam di HPnya.
Gwe melihat jam di Hp Mas Agung sudah menunjukan waktu pukul 04. 10 Wita. Gwe bangun dan
pindah ke “AHA ROOM” . meninggalkan Mas Agung sendiri. Usai Sholat Shubuh
dengan penuh rasa penasaran Gwe Tanya tentang kejadian-kejadian yang dihadapi Mas Agung sebelumnya, temasuk kejadian
yang baru saja Gwe alami.
Dengan penuh kesabaran dan wajah serius sedikit
tegang Mas Agung menceritakan tentang
kejadian-kajadian misterius yang dialaminya beberapa waktu yang lalu dan tak
ketinggalan sosok Wanita yang Gwe dan Putu lihat ternyata sama dengan Wanita yang selalu hadir dalam mimpi Mas Agung.
Sejak mengalami kejadian itu, rasa takut selalu
menghantui pikiran Gwe, rasanya gag tenang. Gwe selalu berusaha menyelidiki
kejadian yang kami alami. Satu persatu narasumber gwe tanyai, dan hampir
semuanya menceritakan hal yang sama. Penyelidikan Gwe gag berhenti disitu aja.
Kebetulan tak jauh dari “Rumah Dinas” kami
ada seorang lelaki yang lumaya sudah cukup lama tinggal disini, ” Pak Tua” ya begitulah biasa
orang-orang disini memanggilnya, selain karena dia memang sudah cukup tua
bahkan hampir mamasuki masa pension “Pak
Tua” juga banyak tau tantang kejadian yang sering terjadi disini.
Tanpa buang-buang waktu gwe mendatangi rumah “Pak Tua” yang tak begitu jauh hanya
beberapa meter saja dari “Rumah Dinas”
kami. Gwe menghampiri ”Pak Tua” yang sedang duduk rileks di teras rumahnya,
dengan penuh rasa ingin tau, secara perlahan gwe ceritakan semua kejadian yang
kami alami.
^ Pak
Tua, saya mau Tanya boleh, ucap Gwe sebagai pembukan obrolan.
^
Dengan senyum Khasnya Pak Tua Menjawa, Mau Tanya apa…!!!!!
^
Sebebarnya buka mau Tanya sih, tapi mau cerita aja, sapa tau Pak Tua bisa
bantu, sahut Gwe dengan wajah sedikit mulai tegang.
^
yaudah mau cerita apa.
^
begini Pak, beberapa waktu yang lalu, Mas Agung sering mimpi di datengi seorang
Wanita, tapi gag pernah kami respons, pikir kami Cuma mimpi biasa, tapi kemarin
malam saya mengalami hal yang sama dengan Mas Agung, bahkan sosok Wanita yang
saya lihat itu sama dengan yang dilihat oleh Mas Agung dan Putu. Sebenarnya ada
apa yah Pak, lanjut Gwe..
^
Ooooow, klo itu sudah bisaa.. jawab Pak tua dengan santai
^
Smakin penasaran dan penuh ingin tahu gwe menjawab, Maksud Pak Tua..!!!!!
^
Daerah ini dulunya merupakan daerah hutan belantara, dan menurut kepercayaan
masyarakat disini, Komplek Kecamatan ini merupakan istananya para Syetan.
Bahkan bahkan disini klo bisa lihat hampir disetiap tempat ada syetanya. Rumah
yang paling pojok penghuninya kawin dengan “
Kuntilanak” . ucap Pak Tua sambil
mengarahkan telunjukknya ke arah rumah yang gelap dan tak berpenghuni.
^
Teruuus Gimana Pak,… Tanya Gwe kpada Pak Tua
^
tenang aja, gag usah takut, klo kalian semakin takut nanti dya tambah
menjadi-jadi. Jawab Pak Tua dengan santai dan berusaha menenangkan Gwe yang
mulai tegang… sambil komat-kamit Pak Tua memijat punggung Gwe dan Gwe sndiri
hanya bisa terdiam, dan berusaha tenang.
Jauh sebelum kalian tinggal di Rumah Dinas kalian,
Rumah itu sudah lama kosong, dulu waktu anak-anak Paskibra tinggal disitu pernah dihebohkan dengan sesosok Wanita yang terbang bebas salam rumah.
Sambil mengobati kami biar gag di ganggu, karna menurut cerita Wanita itu selalu mendekati orang-orang
yang dia anggap memiliki darah yang cocok.
^ Wah
atau jangan-jangan karna kami yang tinggal di Rumah Dinas, smuanya laki-laki,
perjaka tingting lagi, atau jangan-jangan karna Mas Agung, Erwin dan Ari lagi
Jomblo makanya dia doyan di “EPA ROOM”…
^__^ *_* ^_^ Wekekekek…Hekekekek… :P
Satu pesan yang akan selalu Gwe ingat, bahwa apapun
yang terjadi jangan pernah tinggalkan Sholat, dan tetap serahkan diri kepada
allah SWT karena hanya Allah SWT pemilik segalanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar