Pages

Minggu, 24 Juni 2012

“ Kamar HOROR…^ (*_*)^


“ Kamar HOROR…^ (*_*)^

12, Desember 2011

Hari ini Gwe tiba disuatu daerah yang amat sangat asing, dan belum pernah sama sekali Gwe kenal. “ Amfoang Timur”. Suatu daerah yang akan menjadi tempat Gwe dan teman2 Peserta SM3T menghabiskan waktu satu tahun untuk mengabadikan diri kami demi memajukan “Pendidikan di Ujung Indonesia”  yang masih cukup tertinggal.  

Selang satu hari sejak kedatangan kami disini, setelah mendapat izin dari Pak Camat dan Pak SekCam akhirnya kami mendapatkan sebuah rumah yang cukup mewah dan megah ( setidaknya bila dibandingkan dengan teman2 yang lain, jangan iri yachh *_* *_* WkWkWKwKwkwkk…  Rumah ini akan menjadi tyempat tinggal kami selama bertugas kurang lebih satu tahun.

Langit sudah hampir gelap, setelah menempuh jalan yang lumayan jauh Gwe dan Teman2 tiba di “Rumah Dinas” ( biar sedikit keren ) kami.. setelah cukup lama Gwe melihat-lihat Interior akhirnya Gwe, Mas Agus dan Mas Arif sepakat memilih kamar yang paling belakang. Kamar yang akan menjadi “ Ruang Mimpi” kami selama satu tahun.

Keesok harinya, kami bertiga mulai menata “ AHA ROOM” ya begitulah kami menamai kamar kami. Awalnya kamar kami merupakan kamar yang paling rapih dan dan bersih serta indah dan harum setidaknya bila dibandingkan dengan kamar Mas Agung dan Erwin.. Haaakkzz.. Hakkkzzz.. Peace… akan tetapi kerapihan dan kebersihan itu ternyata tak bertahan lama, selang beberapa hari AHA ROOM” berubah drastis manjdi kamar yang paling berantakan dan gak terurus.

Pakaian mulai bergantungan di hampir setiap sudut ruangan, bantal yang dulu harum mulai dekil,  kumel ditambah bauh iler, karpet yang dulunya  warna Fink sekarang berubag menjadi hitam, dan yang lebih menyedihkan lagi “AHA ROOM” nyaris menyerupai kebun binatang, ada kalajengking, tikus, kodok, tokek, lalat, nyamuk, Wiiiih edan benget pokoknya…
Meskipun kondisi ”AHA ROOM” gag karu-karuan, tapi kamar kami cukup nyaman untuk di tempati, selain mudah aksesnya ke kamar mandi dan gudang makanan. Disalah satu bagian kamar kami merupakan daerah yang memiliki jaringan Telekomunikasi alias Signal, wah sunggu keuntungan yang tatk ternilai deh. Jadi kami gak khawatir, meskipun diluar sedang hujan, panas, kami masih bisa Smsan, telponan, tapi klo buat BBMan n internetan gag bisa. Walaupun harus butuh kesabaran yang tinggi karna banyak sms yang gagal terkirim karena signalnya  ITIL alias Ilang Timbul, tapi klo lagi darurat ya lumayan gag perlu jauh-jauh kepantai atau panjat pohon dulu untuk smsan.

Berbeda jauh dari ”AHA ROOM” kamar Mas Agung dan Erwin dan ditambah penghuni baru dari UNDIKSHA yang tak lain dan tak bukan PUTU, cukup rapih dan bersih. Eeetttzzz tapi tunggu dulu, balik semua itu tersimpan sesuatu yang cukup membuat bulu kuduk bahkan penghuninya gag bakal nyaman dan tenang klo tidur, ya sesuatu yang cukup mengerikan. “EPA ROOM” begitulah nama yang diberikan untuk kamar “ Erwin, Putu, dan Agung” nama yang centil secentil penghuni misterius didalamnya. Menyimpan sejuta kejadian dan cerita –cerita Horror makanya si Erwin dan Putu  gag betah tidutr di “EPA ROOM” .
Beberapa waktu yang lalu Gwe memang sempat mendengar cerita bahwa hampir setiap malam slah satu penghuni ”EPA ROOM”  sebut saja  AGUNG, selalu didatangi seorang wanita Misterius dalam mimpinya. Awalnya Gwe gag percaya dengan cerita-cerita mereka. Akan tetapi dengan sedikit penasaran dan awalnya Cuma ingin sekedar iseng akhirnya Gwe mengalami sendiri kejadian yang nyaris membuat detak jantung Gwe berhenti seketika.
Gwe bener-bener menyaksikan sendiri sebuah drama bernuansa Horror lengkap dengan adegan nyata yang membuat bulu kuduk Gwe menjulang tinggi, ya malem itu tepat pukul 00.00Wita, Gwe menyaksikan Mas Agung sedang mimpi sambil berbicara dengan seseorang yang gwe sendiri gag tau. Karena Gwe penasaran dengan cerita-cerita yang Gwe dengar sebelumnya jadi Gwe biarkan dulu dan sambil mendengar percakapan Mas Agung dengan seseoranmg yang hadir didalam mimpinya..
^ Jangan.. jangan.. Jangan ganggu kami, kami orang baik- baik.. kami gag berniat jahat.. kamu jangan ganggu teman-teman saya.. kasian mereka gag bersalah.. ucap Mas Agung sambil sesekali tangannya diangkat ke atas layaknya orang yang sedang meminta belas kasihan,,,…
^ Mr X.~~~~___~~~~~___*********
^ Apa yang sebenarnya kamu mau dari kami, orang tua, kuburan siapa…. Jawab Mas Agung makin ngaur gag jalas… di tambah lagi teriakan minta ampun. Ampun.. Ampun..
Berhubung karna suasana semakin Horror dan Gwe takut terjadi sesuatu dengan Mas Agung akhirnya dengan sekuat tenaga Gwe berusaha membangunkan Mas Agung.
^ Mas.. Mas…Mas  Agung bangun, Kanapa Mas Agung ucapk Gwe sambil menggoyangkan badannya…
^ Dengan mata yang setengah sadar ditambah suara yang kurang jelas, yang seakan menggambarkan bahwa dia masih ngantuk,  Gak apa-apa, mendingan lo pendah ajan Hen dari sini, jawab Mas Agung sambil memenjamkan matanya.
^ Gak aacch.. Mas Agung Kenapa…??? Jangan bikin Gwe Parnok DoooooNk….!!!!! Jawab Gwe sambil memegang tangan Mas Agung…
^ Gak ada apa-apa, klo lo gag mau pindah tidur aja… mendengar omongan Mas Agung yang cukup misterius, dan tanpa pikir panjang Gwe berusaha memejamkan mata,..
Ditengah-tengah alam bawah sadar dan diantara sadar dan tidak sadar Gwe melihat pintu kamar terbuka dengan sendirinya…. !!!!! dari balik mata Gwe yang sedikit terbuka karena rasa penasaran yang terlalu kuat, Gwe melihat sesosok Wanita Berbusana Hitam Dan Rambut Panjang membuka pintu kamar dan berjalan mundur medekati Gwe dan Mas Agung.
Wanita misterius yang Gwe sendiri belum kenal bahkan selama disini belum pernah melihatnya tiba-tiba langsung tidur ditengah-tengah Gwe dan Mas Agung. Gwe yang merasa kesakitan karna tangan gwe ditidurinya, berusaha menarik dengan pelan-pelan agar dia gag membalikan wajahnya kea rah Gwe. Dengan penuh perjuangan akhirnya tangan Gwe berhasil diselamatkan dari bawah tubuh wanita misterius yang lumayan berat. Setelah berhasil menyelamatkan tangan Gwe, dengan penuh rasa hati-hati Gwe membalikan badan berlawanan arah dengan dengan si Wanita.
Meskipun Gwe berhasil lepas dari jeratan si Wanita, tapi hati Gwe belum tenang, detak jantung Gwe naik turun gag karuan, keringat dingin terun membasi tubuh Gwe, belum lagi dari bali jendela kamar terdengan suara kuda yang semakin menambah rasa takut Gwe.
^ Mati deecch Gwe, nyesel banget tdi Gwe gag pendah, ngapain jga Gwe tidur disini… aduh ya allah tlonnglah hamba-mu ini, ya allah hamba takut.. mulut Gwe komat kami gag jelas, entah apa yang Gwe baca, tapi si Wanita  itu masih aja nyantai di samping gwe.. waah Mas Agung bangun doooonkk,,, ucap Gwe berusaha memberi tau  Mas Agung..
Tapi sepertinya usaha Gwe sia-sia. Gwe berusaha tetap tenang, karna jujur Gwe takut kalo tiba-tiba si Wanita itu menjekik Gwe kayak di “ Film-film Horror “. Wanita ini siapa yaach, kok aneh benget  kenal egak, kok mau aja tidur sama cokok, Tanya Gwe dalam hati. Gwe makin takut gag tahan lagii rasanya ingin teriak. Tetapi sepertinya Mas Agung begitu ramah dengan wanita, bahkan Gwe mendengar sepertinya Mas Agung  dan si Wanita itu terlibat sebuah obrolan yang lumayan panjang. Dan Gwe bener-bener untuk kesekian kalinya terpaksa mendengar sesuatu yang sangat kurang enak di dengar.
Dari percakapan antara Mas Agung  dan si Wanita , Gwe hanya bisa ingat beberapa saja yang sampai saat ini masih terngiyang jelas di telinga Gwe.
^ Asal Kalian tau, disini dulu rumah kami, sejak kacil orang tua sudah ada disini, disini ada kuburan, ada orang-orang tua ini rumah kami.. Kuburan,.. Orang Tua…. Ya itulah kata-kata yang Gwe dengar dengan jelas dari ucapan si Wanita.
Mendengar kata-kata kuburan dan orang tua Gwe semakin merinding,. Entah dapat darimana keberanian dengan penuh keberanian dan tak perduli apa yang akan terjadi gwe berusaha membalikan badan Gwe dan berusaha member tau Mas Agung.  Tetapi usaha Gwe sia-sia badan Gwe seperti ditahan supaya gag bisa membalik arah, belum lagi suara Gwe tiba-tiba gag bisa keluar padahal Gwe sudah teriak sekuat yang bisa gwe kluarkan tapi tetap saja gag bisa.
Gwe benar-benar berada di titik terendah, bahkan nyaris pasrah dengan keadaan. Setelah berkali-kali berusaha tetap saja gag bisa.
^ Waaah,.. kayaknya benar-benar tamat nie Gwe, masa iya siiih Gwe harus nyarah dengan dia,  diakan Wanita. Pokoknya gwe gag boleh kalah ucap Gwe sambil berusaha membangkitkan keberanian gwe lagi.
Setelah berkali-kali mencoba tepi tetap saja gag ada hasilnya, badan gwe benar-benar gag bisa berputar, mulut gwe masih saja gag bisa mengeluarkan suara. Gwe berusaha tetap tenang, dan berusaha membaca ayat-ayat suci yang gwe bisa. Dengan sisa-sisa kekuatan dan kepasrahan yang Gwe miliki gwe berusaha membalikan badan gwe sambil berteriak sekencang-kencangnya, dan tanpa gwe sadari badan gwe sampai terputar sembilanpuluh derajat bahkan suara gwe sampai membangunkan Mas Agung.
          ^ Hen.. Hen.. Hendi bangun, knapa lo.. ucap Mas Agung sambil membangunkan Gwe
^  Sambil nafas engos-engosan dan keringat dingin bercucuran,  gag tau achh, kamar lo Angker jawab gwe kepada Mas Agung.
^ Udah disuruh pindah lo malah gag mau, jawan Mas Agung dengan santai sambil melihat jam di HPnya.
Gwe melihat jam di Hp Mas Agung sudah menunjukan waktu pukul 04. 10 Wita. Gwe bangun dan pindah ke “AHA ROOM” . meninggalkan Mas Agung sendiri. Usai Sholat Shubuh dengan penuh rasa penasaran Gwe Tanya tentang kejadian-kejadian yang dihadapi Mas Agung sebelumnya, temasuk kejadian yang baru saja Gwe alami.
Dengan penuh kesabaran dan wajah serius sedikit tegang Mas Agung menceritakan tentang kejadian-kajadian misterius yang dialaminya beberapa waktu yang lalu dan tak ketinggalan sosok Wanita  yang Gwe dan Putu lihat ternyata sama dengan Wanita  yang selalu hadir dalam mimpi Mas Agung.
Sejak mengalami kejadian itu, rasa takut selalu menghantui pikiran Gwe, rasanya gag tenang. Gwe selalu berusaha menyelidiki kejadian yang kami alami. Satu persatu narasumber gwe tanyai, dan hampir semuanya menceritakan hal yang sama. Penyelidikan Gwe gag berhenti disitu aja. Kebetulan tak jauh dari “Rumah Dinas” kami ada seorang lelaki yang lumaya sudah cukup lama tinggal disini, ” Pak Tua” ya begitulah biasa orang-orang disini memanggilnya, selain karena dia memang sudah cukup tua bahkan hampir mamasuki masa pension “Pak Tua” juga banyak tau tantang kejadian yang sering terjadi disini.
Tanpa buang-buang waktu gwe mendatangi rumah “Pak Tua” yang tak begitu jauh hanya beberapa meter saja dari “Rumah Dinas” kami. Gwe menghampiri ”Pak Tua” yang sedang duduk rileks di teras rumahnya, dengan penuh rasa ingin tau, secara perlahan gwe ceritakan semua kejadian yang kami alami.
          ^ Pak Tua, saya mau Tanya boleh, ucap Gwe sebagai pembukan obrolan.
          ^ Dengan senyum Khasnya Pak Tua Menjawa, Mau Tanya apa…!!!!!
          ^ Sebebarnya buka mau Tanya sih, tapi mau cerita aja, sapa tau Pak Tua bisa bantu, sahut Gwe dengan wajah sedikit mulai tegang.
          ^ yaudah mau cerita apa.
          ^ begini Pak, beberapa waktu yang lalu, Mas Agung sering mimpi di datengi seorang Wanita, tapi gag pernah kami respons, pikir kami Cuma mimpi biasa, tapi kemarin malam saya mengalami hal yang sama dengan Mas Agung, bahkan sosok Wanita yang saya lihat itu sama dengan yang dilihat oleh Mas Agung dan Putu. Sebenarnya ada apa yah Pak, lanjut Gwe..
          ^ Ooooow, klo itu sudah bisaa.. jawab Pak tua dengan santai
          ^ Smakin penasaran dan penuh ingin tahu gwe menjawab, Maksud Pak Tua..!!!!!
          ^ Daerah ini dulunya merupakan daerah hutan belantara, dan menurut kepercayaan masyarakat disini, Komplek Kecamatan ini merupakan istananya para Syetan. Bahkan bahkan disini klo bisa lihat hampir disetiap tempat ada syetanya. Rumah yang paling pojok penghuninya kawin dengan “ Kuntilanak” .  ucap Pak Tua sambil mengarahkan telunjukknya ke arah rumah yang gelap dan tak berpenghuni.
          ^ Teruuus Gimana Pak,… Tanya Gwe kpada Pak Tua
          ^ tenang aja, gag usah takut, klo kalian semakin takut nanti dya tambah menjadi-jadi. Jawab Pak Tua dengan santai dan berusaha menenangkan Gwe yang mulai tegang… sambil komat-kamit Pak Tua memijat punggung Gwe dan Gwe sndiri hanya bisa terdiam, dan berusaha tenang.
Jauh sebelum kalian tinggal di Rumah Dinas kalian, Rumah itu sudah lama kosong, dulu waktu anak-anak Paskibra tinggal disitu pernah dihebohkan dengan sesosok Wanita yang terbang bebas salam rumah. Sambil mengobati kami biar gag di ganggu, karna menurut cerita Wanita itu selalu mendekati orang-orang yang dia anggap memiliki darah yang cocok.
          ^ Wah atau jangan-jangan karna kami yang tinggal di Rumah Dinas, smuanya laki-laki, perjaka tingting lagi, atau jangan-jangan karna Mas Agung, Erwin dan Ari lagi Jomblo makanya dia doyan di “EPA ROOM”… ^__^ *_* ^_^ Wekekekek…Hekekekek… :P
Satu pesan yang akan selalu Gwe ingat, bahwa apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan Sholat, dan tetap serahkan diri kepada allah SWT karena hanya Allah SWT pemilik segalanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayam Terkenal