Pages

Jumat, 24 Agustus 2012

Pepaya VS Terong


Pepaya VS Terong

Dulu klo gue di Tanya tentang makanan favorit, gue pasti selalu menjawab makanan favorit gue adalah “ Shusi, Seafood, Spaghetty, Pizza, Sapu2” pokoknya makanan yang siap saji dan praktis.. kerena selain rasanya yang enak dilidah makanan yang gue sebutkan tadi di sajikan dalam bentuk yang menarik, sehingga membuat nafsu makan gue bertambah.

Lain dulu, lain juga sekarang, klo sekarang gue di Tanya apa sih makanan yang lho sukai, pasti dengan cepat, bahkan secepat kilat gue akan manjawab.
          ^ Makanan kesukaan Gue adalah PEPAYA DAN TERONG…!!!!!

Mungkin terdengar agak aneh, bahkan lucu karena jawaban tadi berbanding berbalik dengan apa yang gue sukai dulu, bahkan perbedaanya sama seperti orang kulit putih dan orang kulit hitam . Akan tetapi itulah kenyataaan.
Sejak kedatangan gue kesini ( Amfoang Timur )sekitar lima bulan yang lalu, kehidupan gue berubah jauh, nggak hanya dari segi makanan saja, cara berpakaian barubah, cara bicara berubah, cara mandi, cara tidur, pokoknya semua berubah. Sebenarnya bukan tempat ini yang merubah gue, tapi keadaan dan kondisi yang memaksa gue harus bermetamorfosis menjadi seorang yang terlihat agak aneh demi bertahan hidup.

Gue yang dulu gemar berwisata kuliner sekarang Cuma bisa menahan diri dengan segala keterbatasan. Tidak pernah terlintas di pikiran gue, klo gue bakal hidup ditempat yang yaa bisa dikatakan kering, gersang dan tandus, nggak banyak makanan yang bisa gue konsumsi disini selain makanan yang berasal dari berbagai jenis spesies tumbuh-tumbuhan seperti “ Daun Marungga, Singkong, Kangkung, Bayam, Labu “ pokonya segala sesuatu yang berasal dari daun dech. Awalnya gue masih bisa terima meskipun tiap hari harus memaksa rahang gue untuk mengunyah berbagai macam makanan yang berbahan dasar daun-daunan yang nyaris nggak ada bedanya dengan makanan si Ipul (Kambing).

Tiga bulan pertama lambung gue cukup bisa bernegosiasi dengan berbagai macam hidangan yang terbuat dari daun, bahkan bisa dikatakan perut gue sukses bahkan bersahabat baik dengan masakan ala anak rantauan. Memasuki bulan ke empat atau lebih tepatnya bulan april gudang makanan kami mengalami goncangan yang lumayan dahsyat, sejauh malat melotot yang terlihat hanyalah tumpukkan-tumpukkan terong dengan berbagai variasi bentuk dan warna, ada yang “Panjang Bulat Beras, Panjang, Bulat Kecil, Pendek Besar, Pendek Kecil” bahkan menurut salah satu teman gue, sebut saja Ari, bentuk Terong hampir sama dengan bentuk ******. Seakan tidak mau kalah dengan bentuknya yang aneh, warnanya juga sangat beranekaragam “Hijau, Ungu, Orenge, Merah, Kuning” mirip MakeUpnya Dedien… >_< o_o *_*

Memasuki hari kamis, nafsu makan gue mulai turun karena melihat berbagai macam masakan yang terbuat dari Terong, semua macam menu yang berbahan dasar terong sudah gue dan teman-teman coba. Mulai dari “Tumis Terong, Sup Terong, Sambal Terong” bahkan karena sudah kehabisan akal kami mencoba berEksprimen membuat menu baru yaitu “ Terong Goreng Tepung”. Bisa di banyakan gimana rasanya, terong yang mestinya dimakan buat lalapan tiba-tiba digoreng dengan tempung yang menimbulkan cita rasa yang aneh tapi nikmat……  

Oia, gue dan teman2 memiliki ciri khas dalam memotong “Terong”, meskipun nggak melihat siapa yang masak tapi dari gaya potongannya kami sudah tau siapa yang masak, berikut gaya potong :
          ^ Potongan Bulat itu ciri khas Ari…
          ^ Potongan Panjang, Mas Agung
          ^ Potongan Bulat tapi agak Nyerong itu tehnik gue
          ^ Potongan Gaya Dadu, itu cara Ahmad
          ^ Potongan Setenga Bulat Erwin

Setelah tiga hari berturut-turut makan terong dengan berbagai variasi, akhirnya stok terongpun ludes tak sedikitpun tersisa, bahkan Gudang Makanan kami benar-benar kosong melompong, yang ada hanyalah beberapa butir bawang, garam, dan cebe yang mulai layu dan kering. Yach klo sudah begini apa boleh buat, pikiran harus diputar biar bisa makan, karna nggak mungkin pergi ke pasar karena pasar baru akan di buka dua hari kedepan tepatnya pasar hanya buka setiap hari selasa doang…   (^_^)’”,  (^_^)’”,

Klo sudah berada pada posisi seperti ini, satu-satunya jurus pamungkas yang tersisa adalah mencari makanan buat sayur alternative. Setelah berpikir cukup lama akhirnya kami mencoba sayur baru yaitu buah “Pepaya”. Oia disini nggak hanya buahnya saja yang bisa dibuat sayur, perlu kalian ketahui hampir sebagian besar masyarakat disini mengkonsumsi “Pepaya” mulai dari buah, Daun, hingga Bunganya juga lhooo… dan asal kalian tau ternyata Bunga “Pepaya” bisa menjadi obat pencegah Penyakit Malaria, soalnya rasanya Pahit Benget jadi Nyamuknya ogah menghisap darah mereka..>:::::J> JJJJJ
^ wooy masak.. masak..masaak… yach begitulah suara Ahmad yang selalu merasa lapar LLLL
^ Siapa siich yang piket masak hari ini… cetus hadi yang seakan menambah kepanikan…JJJJJ
^ Iya siapa siiih yang piket, lama banget, laper nieh..laper…
^ Seakan menegaskan bahwa dia orang asli Bali , Ari menambah kehebohan.. makan.. makan.. makan..makan……
^ Melihat Situasi yang sudah tidak kondusif lagi, dengan suara yang lantang seperti seorang Caleg yang sedang Kampanye Mas Agung menjawab, Okeee Kali ini Saya akan memasak, masakan yang special buat kalian..

Menu pertama yang kami masak adalah :
^ Layaknya seorang Master Chef professional Mas Agung memperkenalkan masakannya ke semua penghuni Rumah Dinas SM3T Amfoang Timur… Okeee, baiklah teman-temanku sekalian kali ini. Saya akan memberi nama masakan ini dengan nama “Pepaya Tumis Kering Super Pedas”....

Yach menu di atas di temukan oleh seorang Teman Gue yang bernama Agung Nugroho, S.Pd Seorang Guru Bahasa Indonesia pada tahun 2012. meskipun dengan bumbu yang seadanya temen gue sukses mengolah “Pepaya” menjadi hidangan yang cukup lezatzzzzzzzzz, dengan rasa pedas dan terkadang bercampur rasa manis dari buah papaya seakan menambah kenikmatan, klo di nilai sekitar 8,5 laaah… Mas Agung pun mendapat pujian dari teman-teman. Setidaknya itu yang terlihat jelas dari senyuman sembringah dari bibir sexy teman-teman yang menahan pedas.
^ Kalian tahu nggak kenapa masakan tadi rasanya enak banget, padahal bumbunya Cuma seadaanya,… Tanya Mas Agung dengan wajah Misteriusnya…. *_* O_O”
^ Nggak tau, kok bisa Mas, jawab Mas Arif dengan mimic wajah sedikit manjan dan Berlebihan…????? Enak banget lhoo mas, tambahnya sambil menyantap makanan dengan lahap…
^ Dengan sedikit sombong dan over PeDe, Mas Agung menjawab, sebenarnya nggak ada yang special dari masakan saya tadi, yang membuat masakan tadi berbeda hanyalah cara masaknya, tadii saya masak dengan penuh Rasa Cinta.. makanya rasanya enak..hehehehehe… 
^ OoooooooWW ia lah jelas enak, kan beda rasa masakan orang yang sudah mau KAWIiiiiiiN, cetus ARI dengan lantang dan membuat Mas Agung jadi salah tingkah…..

Seakan nggak mau kalah dengan Mas Agung, Gue mencoba dengan tekhnik berbeda. Gue yang gemar dengan masakan berkuah membuat hidangan khas Indonesia dengan 100% bumbu asli Indonesia. Kali ini gue kasih nama sayur Gue :
          ^ Pepaya Sayur Kuning… ‘(*_*)”’, J J J J ‘(*_*)”’,
^ Dengan bumbu dasar Bawang Merah + Putih, Cabe, Lengkuas, Kunyit, Garam, serta sedikit sentuhan penyedap masakan.

Selang beberapa saat kemudian, akhirnya masakan gue selasai juga, seperti biasa setelah slesai masak tugas berikutnya adalah membagi masakan untuk Sembilan orang, yah maklum berbuhung kami disini cowok-cowok semua, jadi harus dibagi-bagi biar semua dapat jatah, karna klo nggak dibagi bisa-bisa yang lain nggak kebagian alias ludes tanpa sisa.. setelah semua dipastikan mendapat jatah baru kami menyantap dengan lahap, yach menskipun masakan gue nggak sesukses Mas Agung, tapi lumayan setidaknya bisa mendapat menu baru.. hekzheheheheehe….

Hari demi hari disaat persediaan sayuran kami sudah habis, kami selalu memanfaatkan semua yang ada disekitar tempat tinggal kami, yang salah satunya “Pepaya” seiring berjalannya waktu kami semakin banyak variasi masakan dengan bahan dasar Pepaya. Meskipun rasanya terkadang aneh, tapi apa boleh buat. Disini “ Amfoang Timur “ nggak ada makanan yang nggak enak, semuanya di anggap enak, yang penting bisa hidup setidaknya sampai Gue dan Teman2 pulang akhir November.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayam Terkenal